Teman-Teman Pendidik Ditampar oleh Gosip: Penggosip Oknum Mahasiswa (Entah Apa yang Merasukimu)

Published: 18 November 2020| Version 1 | DOI: 10.17632/vsfk2ctj3z.1
Contributor:
thobias sarbunan

Description

Abstract: Gosip merupakan hal yang tidak dikatan lumrah, bukan hal yang biasa, tetapi sebagai fenomena di seluruh aspek kehidupan manusia. Demikian terjadi pada lingkungan pendidikan dari dasar samapai pendidikan atas. Lebih lanjut, hal yang berkaitan tentang gosip dapat berujung kontak fisik maupun permusuhan seumur hidup. Pada sisi pendidikan, gosip bukanlah hal yang tepat untuk dipelihara pastinya, dan tentunya harus diedukasi. Metode yang dipakai yaitu deskriptif. partisipan yang terlibat dalam peneilitan ini tercakup dua oknum dosen, oknum yang pertama membuka percakapan berantai adalah objek atau korban gosip dengan dua temannya, serta oknum dosen lainnya di dalam percakapan ini merupakan teman selingkungan kerja. Data direduksi ke dalam bentuk tiga tabel percakapan, yaitu berbahasa Melayu Maluku, berbahasa Indonesia, dan Berbahasa Inggris. Hasil dari peneilitan ini terdeskripsikan lewat klimaks percakapan yang secara ekspilist menekankan bahwa gosip yang dilakukan oleh oknum-oknum mahasiswa tersebut, akan ditangani dengan cara tersendiri menurut oknum dosen yang menjadi korban gosip. Serta teman-teman dosen yang berdiskusi di dalam percakapan berantai tersebut, menanggapi dengan perspektif yang sama untuk ditangani perilaku gosip, agar tidak terulang lagi.Dari diskusi singkat, peneliti menarik eksimpulan bahwa hal yang dapat tergambar dalam diskusi spontan itu, oknum dosen yang menjadi korban gosip sangatlah tidak menerima perilaku penggosip. Dan pada kenyataannya percakapan serta perspektif dari para oknum dosen yang terlibat dalam percakapan berantai tersebut menyiratkan bahwa tindakan yang berkaitan dengan gosip tidak sepatutunya dibiarkan, sehingga mendukung teman dosennya yang sebagai korban gosip untuk menempuh caranya sendiri di kemudian hari perihal oknum mahasiswa penggosip. Maka itu, peneliti menyarankan untuk kedepan pemerintah terkait dalam melaksanakan edukasi secar sistematis dari keluarga sampai ke pihak-pihak terkait pendidikan, agar perlikau gosip ini jangan lagi menjadi budaya, tetapi lebih mengedepankan kesadaran untuk membangun diri menjadi sumber daya manusia yang lebih baik. Keywords: Pendidik, Gosip, Oknum Mahasiswa Penggosip, Oknum Mahasiswa Penggosip Dosen

Files

Steps to reproduce

Metode yang dipakai yaitu deskriptif. Ditekankan oleh (Nassaji, 2015) bahwa “metode penelitian kualitatif dan deskriptif telah menjadi prosedur yang sangat umum melakukan penelitian dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk pendidikan, psikologi, dan sosial sains”. Pada hakekatnya, penelitian dengan holistiknya kualitatif dan menggali kumpulan data yang kaya dari berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam pemahaman peserta individu, termasuk pendapat, perspektif, dan sikap. Hal ini terjadi saat peneliti pertama kali meneliti data kualitatif secara menyeluruh untuk menemukan tema dan ide yang relevan dan kemudian dikonversi mereka menjadi data numerik untuk perbandingan dan evaluasi lebih lanjut. Partisipan dalam penelitian ini merupakan dua orang dosen pada kampus IAKN Ambon. Data yang didapatkan dari percakapan berantai yang terjadi lewat apliaksi WhatsApp serta secara spontan didiskusikan oleh okum dosen tergosip. Data yang diambil adalah diskusi singkat yang diawali dari oknum dosen tergosip pertama dan disambung oleh oknum dosen kedua yang menjadi bahan gosip. Rentetan gosip tersebut dapat dilihat pada dua bagan di bawah ini, dan peneliti membaginya ke dalam bentuk, bagan yang berbahasa Melayu Maluku serta bagan berbahasa Indonesia, dan bagan yang terakhir yaitu berbahasa Inggris.

Institutions

Universitas Negeri Jakarta

Categories

Descriptive Research

License